MITOS GAZELLE

Ada orang miskin kaya mendadak, hanya karena sepeda tua! hah?

Sepeda merk Gazelle buatan Belanda masuk ke Indonesia sudah sejak lama, disaat masa kolonial Belanda. Di zaman semua orang masih berjalan kaki, berkuda, atau memakai andong / dokar. Pada awalnya sepeda adalah kendaraan mewah yang hanya dapat dimiliki oleh para “bule” Belanda yang memiliki uang banyak. Lalu kemudian diikuti kepemilikannya oleh para raja dan para bangsawan Indonesia.

Selain sebagai salah satu merk sepeda yang paling awal masuk ke Indonesia dimasa kolonial Belanda, sepeda Gazelle juga dikenal paling mahal diantara semua sepeda yang ada di waktu itu. Ini memang kenyataannya pada masa itu karena sepeda merk ini terkenal mempunyai kenyamanan yang terbaik, materi spare part yg terbaik, juga secara otomatis memiliki kualitas terbaik dan reputasi yang baik, dan akhirnya memiliki harga yang terbaik yaitu mahal maksudnya, karena harga tidaklah bohong dan sebanding dengan kenyamanannya.

Setelah Belanda dan sekutunya kalah oleh Jepang di awal tahun 40-an, maka kolonial di Indonesia otomatis beralih pula ke negara Jepang tesebut. Di masa kolonial Jepang, warga lokal sangatlah ditindas. Semua harta rakyat dikuras habis, tenaga rakyat juga diperas habis, juga kekayaan alam diboyong habis-habisan untuk biaya peperangan dan bahkan nyawa juga jadi taruhannya.

Dari segala lapisan sosial masyarakat Indonesia yang memiliki harta seperti uang koin bahkan uang koin emas dan batangan emas berusaha menyembunyikan hartanya tersebut semampunya pada saat kolonial Jepang.

Tidak banyak tempat untuk bisa menyembunyikan harta kekayaannya itu. Ada yang berusaha menyembunyikannya dengan cara memasukkan hartanya dipohon bambu yang telah digergaji seperti layaknya celengan, ada yang didalam sumur, ada yang diatas pohon, bahkan ada yang menyembunyikannya di di dalam tiang-tiang rumah yang terbuat dari bambu betung yang besar.

Namun semua itu bisa ditemukan oleh tentara Jepang dan dibawa pergi. Tentara Jepang hanya merampas harta saja yang berupa emas dan perak. Sedangkan benda-benda lainnya tidak diambil oleh tentara Jepang, seperti sapi, kambing, sepeda, motor bahkan mobil.

Waktu berlanjut… ke tahun 50-an disaat Indonesia telah merdeka setelah melawan semua kolonialisme yang pernah mencabik bangsa ini.

Berawal di daerah seputaran pedalaman Jawa, setelah Indonesia merdeka, perekonomian semakin bagus, sebagian rakyat sudah bisa memiliki daya beli yang bagus. Maka, sepeda kayuh (ontel) bukan lagi barang mewah seperti dulu yang hanya bisa dinikmati oleh para kaya.

Para golongan atas bahkan sudah meninggalkan sepeda ontelnya, beralih ke sepeda motor dan mobil. Dan rakyat golongan bawah yang miskin mulai dapat membeli sepeda-sepeda bekas mereka para hartawan dengan harga murah tentunya.

Sepeda Gazelle kembali dicari oleh para petani, nelayan dan para buruh golongan bawah yang dulu konon paling nyaman untuk dikendarai. Maka mereka akhirnya tidak hanya dapat merasakannya, tapi bahkan memilikinya… aduh senangnya…

Seiring dengan maraknya import otomotif bermesin seperti motor dan mobil, maka harga sepeda ontel termasuk merk Gazelle sangatlah murah. Hingga suatu saat menjadi heboh…

Pada awal tahun 70-an ada seorang bapak yang ingin membeli sebuah sepeda tua bekas bermerk Gazelle yang dijual sangat murahnya. Ketika bapak bertanya kenapa dijual murah, maka si penjual berucap bahwa dia baru pertama kali itu memiliki sepeda Gazelle yang sebenarnya dia temukan disebuah gudang di rumah yang sudah lama tidak ditinggali alias ditelantarkan. Dan sang penjual beranggapan bahwa ternyata sepeda “orang kaya” itu berat saat dikayuh, tidak seperti sepeda-sepeda yang sebelumnya pernah dimilikinya.

Maka terjadilah transaksi yang murah, akhirnya sang pembeli mendapatkannya dan sepeda tersebut dikayuhlah ke rumahnya dengan niat untuk dibersihkan dan dirapihkan, istilahnya renovasi. Dia sempat juga menggerutu bahwa memang benar, berat sekali frame sepeda Gazelle ini.

Setelah sampai rumah, saat sepeda dipreteli terdengarlah bunyi gemerincing di dalam frame batangan tengahnya. Kemudian si pemilik pun berusaha untuk mengeluarkan benda yang bergemerincing dan menganggu pendengaran tersebut.

Setelah batangan sadel dibuka dan as pedal juga dibuka lalu batangan frame ditunggingkan keluarlah benda-benda yang bergemerincing tersebut, yang ternyata batangan emas ukuran kecil beserta perhiasan-perhiasan lain yang jumlahnya puluhan.

Maka takjub dan terbengonglah si bapak pembeli sepeda yang sangat beruntung ini. Matanya terbelalak tak berkedip, mulutnya melongo tak berucap… seperti tak percaya bagai mimpi, diapun memegang semua harta yang telah tersimpan dan tak tersentuh selama puluhan tahun tersebut. Dan setelah alam sadarnya kembali normal beberapa saat kemudian diapun tertawa gembira…

Berita tersebut sekejap tersebar keseluruh mata angin, heboh!. Ada orang miskin kaya mendadak, hanya karena sepeda tua! hah??? Sepeda apa? dapat dari mana? merknya apa? Gazelle!!!

Selidik punya selidik, ternyata sepeda tersebut adalah sepeda yang dijadikan tempat penyimpanan harta oleh seseorang atau suatu keluarga agar tidak dirampok oleh tentara Jepang yang terkenal sangat galak dan ganas. Dan bisa jadi seluruh keluarganya telah tiada dan tidak sempat menggunakan hartanya, karena terlebih dulu ditembus timah panas oleh tentara-tentara Jepang dimasanya dulu.

Maka sejak saat peristiwa itu, merk sepeda Gazelle buatan Belanda kembali terangkat. Dan cerita itupun kembali berlanjut diperdengarkan dari generasi ke generasi berikutnya dan tentu seiring juga dengan merk sepedanya, Gazelle!.

10 Responses to MITOS GAZELLE

  1. maulagallagher says:

    nice story. dan memang cerita ini msh diperdengarkan sampe sekarang..

  2. Yang kudengar dari seorang Haji di Lahat Sumsel dan Pak Haji ini tidak mungkin bohong adalah, onthel simpleks, yg setiap keninya tertulis angka 11. Pada setiap sambungan keni tsb bukan kuningan tetapi emas. Tetapi ingat, hanya keni yg ada angka 11 seperti nomer rangka.

    • spedaonthel says:

      Setau saya tidak ada sepeda ontel yg memakai las-lasan emas, selain tidak ada kelebihannya juga tidak relevan dgn bahan baja yg akan dilas serta akan tinggi harga jual. Yg ada hanya kuningan.

      Mengapa kuningan? diantaranya adalah: karena penyambungan batang baja yg akan dilas dimasukkan atau tumpang tindih, istilah awamnya di”slot” (spt antar batang knee dan pipa dimasukkan) dan kuningan cair adalah salahsatu metal yg cocok utk itu. Mengingat baja yg akan disambung sudah dingin terlebih dahulu lalu dipanaskan kembali utk proses penyambungan tsb.

      Lalu kenapa lagi-lagi harus kuningan? karena kuningan memilii titik didih yg lbh rendah dari besi dan baja namun memiliki kekuatan penyambungan yang tidak kalah dengan besi atau baja tersebut. Masih banyak ontelis yg masih memiliki merk Simplex, mungkin ratusan buah. Coba dikonfirmasi kembali atau diteliti ke tukang emas.

      Sekian, salam juga untuk para ontelis di Lahat, Sumsel.🙂

  3. Judith Tomasowa says:

    Menurut cerita oma saya yang saat jepang masuk, mreka tinggal di Pabrik Gula Belanda di Malang, smua pohon dan hewan dirampas tentara jepang yg kelaparan krn tidak cukup ransom makanan. Termasuk berbagai jenis moda transportasi. Anyway,.Jepang masuk menguasai JAwa bukan dengan tank, dan mobil, mlainkan tentara pioneer mreka menggunakan SEPEDA, dan mereka bertelanjang dada, dengan topi jepang, dan bayonet yg disangkutkan di badan sepeda.

  4. istiadi.Purwosugondo says:

    Ceritera onthel merk “Gazelle” yang ada emasnya atau perhiasan emas adalah cerita yang mempunyai beberapa versi. Salah satunya ceritera yang saya dengar dari para orang tua dulu sewaktu saya masih bocah, bahwasanya tidak hanya Gazelle saja, tapi onthel merk yang lain juga ada yang dijadikan tempat untuk menyimpan barang yang sangat berharga tersebut.
    Akan tetapi merk- merk yang lain tersebut tidak banyak di exposed, barangkali memang pada waktu itu sepeda Gazelle yang hanya dapat dimiliki oleh kalangan yang mampu saja, wajar kalau dianggap tempat yang aman untuk menyimpan emas yang sangat berharga. Apalagi dekade th’ 60 an menurut ceritera para orang tua dulu, ada banyak orang2 Tionghoa yang pulang ke tanah leluhurnya sambil membawa barang2 yang mereka miliki, diantaranya sepeda Gazelle.
    Tentunya tidak hanya sepeda Gazelle saja yang dibawa orang2 Tionghoa pulang, tapi sepeda merk lainpun ada yang dibawa juga, dan tidak salah kalau sepeda merk Gazelle yang banyak di manfaatkan untuk menyimpan emas bagi yang mampu pada waktu itu sering digosipkan orang2 ada emasnya { promosi gratis….tentunya }.
    Bagaimanapun ceritera Gazelle yang ada emasnya hanyalah ceritera tempo- doeloe, akan tetapi dapat dijadikan media untuk berbagi ceritera diantara kita sesama komunitas onthel.

    Barangkali ada cerita Gazelle dengan versi lain…? Woow tentu lebih asyik……. !

  5. Imbar Sudarsono says:

    Apapun memang yang namanya sepeda gazelle ternyata nyaman dipakai, apalagi ‘klo setelannya pas….salam onthel-mania.

  6. Toha fauzi says:

    Kenapa seri 11

  7. mazhuda says:

    Spd tua. Yang. Paling di sukai org by

  8. fairus says:

    Mau nanya sepeda gazelle no rangka di sepeda 1019005 itu di jual laku berapa ya.?butuh info

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s